Panggil saja aku Lili. Dua bulan sudah setelah aku lulus kuliah, hari-hariku aku lalui untuk mencari informasi pekerjaan. Mulai dari majalah, koran, hingga internet telah aku coba, dan aku telah melamar di tiga perusahaan, tinggal nunggu panggilan aja bila aku memang di terima. Terakhir aku mencari informasi lowongan pekerjaan melalui internet. Kebetulan ada lowongan pekerjaan di
Bank Mandiri yang posisinya sebagai
Supporting Staff, dengan persyaratan pendidikan minimun S1, usia maksimum 24 tahun, mampu mengoperasikan komputer dan belum menikah
. Wah,... serentak aku terkejut, sudah lama aku memimpikan bisa kerja di bank. Segera saja aku membuat lamaran pekerjakan dan aku kirim lewat kantor pos. Kebetulan aku punya kerabat, namanya Dina yang juga yang bekerja di
Bank Mandiri cabang terdekat, jadi aku bisa tanya-tanya mengenai pekerjaannya di
Bank Mandiri sehari-hari.
Satu bulan berlalu, aku tak kunjung jua mendapatkan panggilan dari perusahaan tempat aku melamar pekerjaan. Rupanya lamaranku tidak di terima. Rasa sedikit putus asa terlintas di pikiranku. Namun akhirnya di keesokan harinya, ada pak pos yang mengantarkan surat untukku. Dan setelah aku buka, ternya isinya adalah surat panggilan dari PT.
Bank Mandiri. Sungguh tak ku sangka sebelumnya, akhirnya akupun di terima untuk bekerja di PT.
Bank Mandiri. Dan yang tak di sangka lagi aku di tempatkan di
Bank Mandiri cabang tempat kerabatku bekerja. Senangnya hatiku, bisa bekerja di tempat yang selama ini aku impikan.
Hari ini adalah hari pertama aku masuk kerja. Semoga saja semua bisa berjalan dengan lancar hingga jam kerja selesai. Pagi-pagi sekali aku telah bersiap-siap untuk bergegas menuju ke kantor. Aku lihat di cermin, penampilanku sudah rapi. Setelah itu aku langsung berpamitan dengan ibu dan adik-adikku untuk berangkat kerja.
Sesampainya aku di
Bank Mandiri tempat ku bekerja, aku mendapat sambutan hangat dari teman-teman baruku, yah meskipun aku sedikit gugup. Mungkin karena ini pertamakalinya aku bekerja, dan yang lebih mengejutkanku saat itu, ketika aku hendak masuk kedalam lift menuju lantai ruangan tempatku bekerja, tidak sengaja satu lift dengan seorang laki-laki yang ternyata adalah teman lamaku waktu SMA dulu.
"Kamu karyawan baru ya???", tanyanya sambil masuk lift.
"E,.. iya,...", jawabku sekenanya dengan sedikit senyum.
Suasana tegangpun tercipta, karena di dalam lift hanya ada kami berdua.
"Ngomong-ngomong, siapa nama kamu????,...perkenalkan saya Aldi", sambil mengulurkan tangannya.
Ternyata benar. Dia adalah Aldi temanku SMA dulu, memang penampilannya sekarang sedikit berbeda, kalu dulu dia terkesan seperti anak culun. Tapi sekarang dia terlihat dewasa, keren dan tampan.
"Kamu Aldi dari SMAN 2 Dharma Bakti kan??? Aku Erna,... kamu masih ingat aku kan???", serentak langsung aku membalas ucapan perkenalannya.
"Oh iya, aku masih ingat,... wah apa kabar kamu???"
"Baik, kamu lama di sini??"
"Enggak juga, aku juga baru di terima di sini,..."
Ternyata Aldi juga karyawan baru di sini, dan dia bekerja di bagian yang sama dengan ku. Aku senang bisa bertemu dengannya apalagi kami bisa bekerjasama dalam bekerja. Semenjak itu, aku dan dia menjadi dekat, dan aku merasa perasaanku ada yang aneh ke dia, perasaan ini seperti sedang jatuh cinta. Entah mengapa saat aku dekat dengannya, jatung ini terasa berdebar-debar. Namun, tak mungkin aku mengungkapkan perasaan ini padanya, karena aku seorang wanita dan aku gengsi jika harus memulainya, lagian kami belum lama bersama.
Tiga bulan sudah aku bekerja di
Bank Mandiri, dan selama itu pula aku masih menunggu dan berharap Aldi mengungkapkan perasaan yang sama kepadaku. Hari ini aku sengaja membawa bekal makanan untuk Aldi, dan aku berharap dia akan menyukainya. Saat jam istirahat kerja, aku menuju ke ruangannya untuk mengantarkan bekal tersebut, namun aku tidak langsung masuk ke dalam, dari luar aku mengawasi, ternyata di dalam ruangannya ada seorang wanita yang sedang berbicara dengannya, dan kelihatanyya mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius. Maka dari itu aku putuskan untuk menunggu hingga wanita tersebut keluar dari ruangan Aldi.
Beberapa menit kemudian, wanita tersebut keluar dari ruangan Aldi, dan aku segera masuk dan menemui Aldi.
"Maaf aku masuk tidak mengetuk pintu,..", sahutku kepada Aldi yang sedang duduk memandangku yang baru masuk.
"Iya , gak papa kog,.. ada apa??", jawabnya dengan senyum.
"Emm,... aku cuma mau mengantarkan ini,...(memberikan bekal makanan kepada Aldi).."
"Apa itu???",.. tanyanya.
"Itu ada makanan, aku sendiri yang masak. Barangkali kamu lapar,... silahkan di coba."
"(Membuka makanan) Wah, ini makanan kesukaanku (mencicipi)... hmmm enak... kamu kog tau banget kesukaanku???"
"Masa sih??? hehehe...", tanyaku dengan sedikit tawa namun senang dalam hati.
Setelah Aldi selesai makan, karena rasa penasaranku akupun tidak lupa untuk menanyakan siapa wanita yang tadi berbicara dengannya berdua di ruangannya. Aldi bilang dia adalah
Funding Officer di
Bank Mandiri dan kebetulan tadi ia sedang menyerahkan dokumen-dokumen yang harus segera di kelola oleh Aldi. Syukurlah, aku kira dia siapanya Aldi. Karena aku pasti sangat cemburu jika ada wanita yang dekat dengan Aldi, meskipun aku bukan siapa-siapanya.
Karena aku kerjanya sift pagi, jadi untuk malamnya aku bisa santai. Malam itu, aku habiskan untuk di rumah saja. Ketika aku sedang duduk santai di teras rumah, tiba-tiba dari kejauhan aku lihat ada dua orang yang berjalan menuju rumahku. Dan ternyata mereka berdua adalah Aldi dan Dina, aku pun terkejut dengan kedatangan mereka yang secara tiba-tiba tanpa memberitahuku sebelumnya. Kenapa juga malam itu Aldi kerumahku ? padahal biasanyakan Dina ke rumahku sendirian.
"Eh ada yang pengan Aldi sampein tuh ke kamu,...", bisik Dina kepadaku.
"Apaan??", tanyaku penasaran.
"Udah lihat aja ntar....", jawab Dina.
Malam itu kamipun ngobrol di teras rumah bertiga, namun tak lama kemudian Dina memutuskan untuk pulang duluan. Dan tinggallah berdua aku dan Aldi di teras rumahku. Kamipun masih melanjutkan mengobrol seputar masalah pekerjaan. Karena aku merasa kehabisan bahan pembicaraan, akupun hanya mendengarkan Aldi berbicara dan semua pembicaraan Aldi yang memulainya. Kamipun terus ngobrol hingga larut malam.
"Li, gak terasa udah jam 11 malam,..", Aldi memotong pembicaraan.
"Iya ya, saking serunya sampai lupa waktu..."
"Iya nih, gak enak udah larut malam,.. aku mau pulang dulu,...
Emm,.. sebelum aku pulang,.. aku pengen ngomong sesuatu ma kamu...."
"Ngomong apa???", tanyaku dengan rasa penuh penasaran kepada Aldi.
"Aku,.... aku,.....
Emmm, selama ini sebenarnya aku suka sama kamu sejak SMA. Dan aku selama ini masih sendiri itu karena aku menunggu dan masih mengharapkan kamu,...
Aku tau, mungkin aku gak pantas untuk kamu, dan mungkin kamu cuma mengangapku sebagai teman atau sahabat dan gak lebih..."
Ya Tuhan, itu adalah saat yang ku tunggu-tunggu. Akhirnya Aldi mengungkapkan juga.
"Aldi, asal kamu tahu, sebenarnya aku juga sama seperti kamu,....", balasku.
"Jadi, kamu juga cinta sama aku???..."
"Iya..."
Malam itu aku sangat bahagia, hingga terbawa mimpi. Mungkin karena aku terlalu memikirkannya. Dan keesokan harinya aku sedikit ceria saat bekerja di kantor. Apalagi aku bisa bertemu dengan Aldi setiap saat. Aku berharap aku akan tetap bersama Aldi hingga jenjang pernikahan. Sungguh tak ku sangka sebelumnya aku bisa sedekat itu dengan Aldi. Mungkin Tuhan sudah mengaturnya. Dan
Bank Mandiri adalah saksi pertemuan aku dan Aldi...
Bersanbung.....