Social Icons

Pages

Rabu, 26 Desember 2012

Aku Adalah Bank Mandiri

Namaku adalah Bank Mandiri, aku lahir pada tanggal 2 Oktober 1998, dan kini usiaku telah mencapai 14 tahun. Aku merupakan salah satu bank milik pemerintah. Kemudian pada bulan Juli 1999, empat bank milik pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim and Bapindo dilebur menjadi satu yaitu Bank Mandiri. Semenjak itu aku mulai tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar. Aku di lahirkan untuk melayani masyarakat khususnya yang di Indonesia. Aku selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dengan sepenuh hati. Berkat kepercayaan masyarakat kepadaku dan banyaknya masyarakat yang merasa puas dengan pelayanan yang aku berikan, akhirnya akupun menjadi Bank yang terdepan dan terpercaya dan mendapatkan penghargaan sebagai Bank terbaik di indonesia. 

Dengan melalui internet banking dan mobile banking, masyarakat bisa melakukan transfer pembayaran. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan fasilitas kredit dari ku untuk  memenuhi berbagai kebutuhan  dengan mudah dan tanpa membutuhkan agunan. Aku juga berusaha menyesuaikan diri sesuai dengan perkembangan dunia teknologi dan perkembangan masyarakat sendiri. Selain fasilitas tersebut, aku juga menawarkan berbagai macam fasilitas lain kepada masyarakat. Karena aku ingin mengedepankan kepentingan masyarakat dalam memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup terutama kebutuhan ekonomi. 

Dalam dunia usaha masyarakat membutuhkan modal untuk membangun dan mengembangkan usahanya. Tentusaja modal yang di butuhkan tidaklah sedikit.Oleh karena itu aku sanat ingin sekali membantu meringankan beban mereka dengan menawarkan pinjaman modal, tentunya dengan persyaratan yang mudah dan tidak bertele-tele dan tentunya dengan bunga yang ringan. Dengan demikian masyarakat bisa menjadi Mandiri dalam berwirausaha. Selain itu aku juga memberikan pembinaan kepada masyarakat tentang dunia usahan dan kiat menjadi wirausaha yang sukses.

Aku berharap, untuk kedepannya aku bisa menjadi tumbuh lebih besar dan konsisten lagi dalam dunia perbankan dan tetap menjadi kepercayaan masyarakat terutama di Indonesia ini. Aku juga ingin selalu menjalin komunikasi dengan masyarakat dan berusaha mendengarkan keluhan dari masyarakat untuk perbaikan ku kedepannya. Aku juga memberikan asuransi terhadap masyarakat yang mempercayakan penitipan uangnya kepadaku, dan aku akan memberikan jaminan serta keamanan,cepat untuk para pelanggan setiaku maupun pelanggan yang baru bergabung.

Itu tadi adalah sedikit cerita singkat tentang diriku dalam malayani masyarakat selama ini hingga saat ini, aku juga bangga menjadi diriku sebagai Bank yang selalu ada untuk masyarakat. 

Senin, 24 Desember 2012

Butuh Modal? Bank Mandiri Solusinya

Meminjam dana di bank merupakan sesuatu yang biasa di lakukan oleh para pelaku bisnis. Banyak sebab para pembisnis mengajukan pinjamannya ke Bank.

Bank juga berkembang dengan merambahnya Bank Konvensional ke bisnis mikronya, yaitu dengan membuka unit-unit mikro di daerah-daerah seperti Bank Mandiri dengan Mandiri Mitra Usaha.

Bank Mandiri di buka guna membantu permodalan usaha masyarakat, berbagai produk di tawarkan dari bunga promo hingga pinjaman tanpa agunan. Lalu bagaimana cara meninjam dana di Bank Mandiri??

Bank Mandiri menyediakan Program Kemitraan yakni program untuk meningkatkan kompetensi usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melauli pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.

Pimjaman Program Kemitraan Mandiri adalah fasilitas pinjaman baru untuk kebutuhan modal kerja atau investasi yang di berikan kepada calon Mitra Binaan Mandiri yang feasible namun belum bankable .Dan berikut adalah fitur Pinjaman oleh Bank Mandiri :

Limit pinjaman maksimal Rp 30 jutauntuk perorangan / Rp 100 juta untuk koperasi

Jangka waktu maksimal 3 tahun

Suku bunga tidak bertingkar (6%)

Bebas provisi dan administrasi

Sedangkan persyaratan untuk meminjam dana di Bank Mandiri adalah sebagi berikut :

WNI

Memenuhi kriteria usaha kecil

Belum pernah menerima pinjaman dari Bank Mandiri atau BUMN lainnya

Telah menjalankan usaha minimal 1 tahun (perorangan) dan 2 tahun (Badan Usaha/Koperasi) serta mempunyai prospek untuk di kembangkan

Di utamakan kepada usaha kecil dan koperasi yang belum memiliki akses perbankan (belum bankable), mempunyai asset maksimal Rp 200 juta/omzet pertahun maksimal Rp 1 Miliar.

Kemudian persyaratan untuk mengajukan pinjaman yang lainnya bisa di tanyakan langsung ke Customer Service Bank Mandiri terdekat.

Dengan meminjam modal ke Bank Mandiri akan mendapatkan berbagai manfaat seperti berikut ini :

Suku bunga ringan

Persyaratan pinjaman ringan

Jaminan pinjaman ringan

Pembinaan dalam bentuk pelatihan, pendampingan dan promosi yang bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan Mitra Binaan menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.

Demikianlah kemudahan untuk meminjam dana ke Bank Mandiri, sangat mudah, cepat dan efisien untuk para pembisnis dan masih dalam proses pengembangan usaha kecil menuju usaha yang lebih besar dan maju tentunya.

CINLOK di Bank Mandiri

Panggil saja aku Lili. Dua bulan sudah setelah aku lulus kuliah, hari-hariku aku lalui untuk mencari informasi pekerjaan. Mulai dari majalah, koran, hingga internet telah aku coba, dan aku telah melamar di tiga perusahaan, tinggal nunggu panggilan aja bila aku memang di terima. Terakhir aku mencari informasi lowongan pekerjaan melalui internet. Kebetulan ada lowongan pekerjaan di Bank Mandiri yang posisinya sebagai Supporting Staff, dengan persyaratan pendidikan minimun S1, usia maksimum 24 tahun, mampu mengoperasikan komputer dan belum menikah. Wah,... serentak aku terkejut, sudah lama aku memimpikan bisa kerja di bank. Segera saja aku membuat lamaran pekerjakan dan aku kirim lewat kantor pos. Kebetulan aku punya kerabat, namanya Dina yang juga yang bekerja di Bank Mandiri cabang terdekat, jadi aku bisa tanya-tanya mengenai pekerjaannya di Bank Mandiri sehari-hari. 

Satu bulan berlalu, aku tak kunjung jua mendapatkan panggilan dari perusahaan tempat aku melamar pekerjaan. Rupanya lamaranku tidak di terima. Rasa sedikit putus asa terlintas di pikiranku. Namun akhirnya di keesokan harinya, ada pak pos yang mengantarkan surat untukku. Dan setelah aku buka, ternya isinya adalah surat panggilan dari PT. Bank Mandiri. Sungguh tak ku sangka sebelumnya, akhirnya akupun di terima untuk bekerja di PT. Bank Mandiri. Dan yang tak di sangka lagi aku di tempatkan di Bank Mandiri cabang tempat kerabatku bekerja. Senangnya hatiku, bisa bekerja di tempat yang selama ini aku impikan.

Hari ini adalah hari pertama aku masuk kerja. Semoga saja semua bisa berjalan dengan lancar hingga jam kerja selesai. Pagi-pagi sekali aku telah bersiap-siap untuk bergegas menuju ke kantor. Aku lihat di cermin, penampilanku sudah rapi. Setelah itu aku langsung berpamitan dengan ibu dan adik-adikku untuk berangkat kerja. 

Sesampainya aku di Bank Mandiri tempat ku bekerja, aku mendapat sambutan hangat dari teman-teman baruku, yah meskipun aku sedikit gugup. Mungkin karena ini pertamakalinya aku bekerja, dan yang lebih mengejutkanku saat itu, ketika aku hendak masuk kedalam lift menuju lantai ruangan tempatku bekerja, tidak sengaja satu lift dengan seorang laki-laki yang ternyata adalah teman lamaku waktu SMA dulu.
"Kamu karyawan baru ya???", tanyanya sambil masuk lift.

"E,.. iya,...", jawabku sekenanya dengan sedikit senyum.

Suasana tegangpun tercipta, karena di dalam lift hanya ada kami berdua. 

"Ngomong-ngomong, siapa nama kamu????,...perkenalkan saya Aldi", sambil mengulurkan tangannya.

Ternyata benar. Dia adalah Aldi temanku SMA dulu, memang penampilannya sekarang sedikit berbeda, kalu dulu dia terkesan seperti anak culun. Tapi sekarang dia terlihat dewasa, keren dan tampan.

"Kamu Aldi dari SMAN 2 Dharma Bakti kan??? Aku Erna,... kamu masih ingat aku kan???", serentak langsung aku membalas ucapan perkenalannya.

"Oh iya, aku masih ingat,... wah apa kabar kamu???"

"Baik, kamu lama di sini??"

"Enggak juga, aku juga baru di terima di sini,..."

Ternyata Aldi juga karyawan baru di sini, dan dia bekerja di bagian yang sama dengan ku. Aku senang bisa bertemu dengannya apalagi kami bisa bekerjasama dalam bekerja. Semenjak itu, aku dan dia menjadi dekat, dan aku merasa perasaanku ada yang aneh ke dia, perasaan ini seperti sedang jatuh cinta. Entah mengapa saat aku dekat dengannya, jatung ini terasa berdebar-debar. Namun, tak mungkin aku mengungkapkan perasaan ini padanya, karena aku seorang wanita dan aku gengsi jika harus memulainya, lagian kami belum lama bersama. 

Tiga bulan sudah aku bekerja di Bank Mandiri, dan selama itu pula aku masih menunggu dan berharap Aldi mengungkapkan perasaan yang sama kepadaku. Hari ini aku sengaja membawa bekal makanan untuk Aldi, dan aku berharap dia akan menyukainya. Saat jam istirahat kerja, aku menuju ke ruangannya untuk mengantarkan bekal tersebut, namun aku tidak langsung masuk ke dalam, dari luar aku mengawasi, ternyata di dalam ruangannya ada seorang wanita yang sedang berbicara dengannya, dan kelihatanyya mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius. Maka dari itu aku putuskan untuk menunggu hingga wanita tersebut keluar dari ruangan Aldi.

Beberapa menit kemudian, wanita tersebut keluar dari ruangan Aldi, dan aku segera masuk dan menemui Aldi.
"Maaf aku masuk tidak mengetuk pintu,..", sahutku kepada Aldi yang sedang duduk memandangku yang baru masuk.

"Iya , gak papa kog,.. ada apa??", jawabnya dengan senyum.

"Emm,... aku cuma mau mengantarkan ini,...(memberikan bekal makanan kepada Aldi).."

"Apa itu???",.. tanyanya.

"Itu ada makanan, aku sendiri yang masak. Barangkali kamu lapar,... silahkan di coba."

"(Membuka makanan) Wah, ini makanan kesukaanku (mencicipi)... hmmm enak... kamu kog tau banget kesukaanku???"

"Masa sih??? hehehe...", tanyaku dengan sedikit tawa namun senang dalam hati.

Setelah Aldi selesai makan, karena rasa penasaranku akupun tidak lupa untuk menanyakan siapa wanita yang tadi berbicara dengannya berdua di ruangannya. Aldi bilang dia adalah Funding Officer di Bank Mandiri dan kebetulan tadi ia sedang menyerahkan dokumen-dokumen yang harus segera di kelola oleh Aldi. Syukurlah, aku kira dia siapanya Aldi. Karena aku pasti sangat cemburu jika ada wanita yang dekat dengan Aldi, meskipun aku bukan siapa-siapanya.

Karena aku kerjanya sift pagi, jadi untuk malamnya aku bisa santai. Malam itu, aku habiskan untuk di rumah saja. Ketika aku sedang duduk santai di teras rumah, tiba-tiba dari kejauhan aku lihat ada dua orang yang berjalan menuju rumahku. Dan ternyata mereka berdua adalah Aldi dan Dina, aku pun terkejut dengan kedatangan mereka yang secara tiba-tiba tanpa memberitahuku sebelumnya. Kenapa juga malam itu Aldi kerumahku ? padahal biasanyakan Dina ke rumahku sendirian. 
"Eh ada yang pengan Aldi sampein tuh ke kamu,...", bisik Dina kepadaku.

"Apaan??", tanyaku penasaran.

"Udah lihat aja ntar....", jawab Dina.

Malam itu kamipun ngobrol di teras rumah bertiga, namun tak lama kemudian Dina memutuskan untuk pulang duluan. Dan tinggallah berdua aku dan Aldi di teras rumahku. Kamipun masih melanjutkan mengobrol seputar masalah pekerjaan. Karena aku merasa kehabisan bahan pembicaraan, akupun hanya mendengarkan Aldi berbicara dan semua pembicaraan Aldi yang memulainya. Kamipun terus ngobrol hingga larut malam.
"Li, gak terasa udah jam 11 malam,..", Aldi memotong pembicaraan.

"Iya ya, saking serunya sampai lupa waktu..." 

"Iya nih, gak enak udah larut malam,.. aku mau pulang dulu,...
 Emm,.. sebelum aku pulang,.. aku pengen ngomong sesuatu ma kamu...."

"Ngomong apa???", tanyaku dengan rasa penuh penasaran kepada Aldi.

"Aku,.... aku,.....
 Emmm, selama ini sebenarnya aku suka sama kamu sejak SMA. Dan aku selama ini masih sendiri itu karena  aku menunggu dan masih mengharapkan kamu,...
Aku tau, mungkin aku gak pantas untuk kamu, dan mungkin kamu cuma mengangapku sebagai teman atau sahabat dan gak lebih..."

Ya Tuhan, itu adalah saat yang ku tunggu-tunggu. Akhirnya Aldi mengungkapkan juga.

"Aldi, asal kamu tahu, sebenarnya aku juga sama seperti kamu,....", balasku.

"Jadi, kamu juga cinta sama aku???..."

"Iya..."

Malam itu aku sangat bahagia, hingga terbawa mimpi. Mungkin karena aku terlalu memikirkannya. Dan keesokan harinya aku sedikit ceria saat bekerja di kantor. Apalagi aku bisa bertemu dengan Aldi setiap saat. Aku berharap aku akan tetap bersama Aldi hingga jenjang pernikahan. Sungguh tak ku sangka sebelumnya aku bisa sedekat itu dengan Aldi. Mungkin Tuhan sudah mengaturnya. Dan Bank Mandiri adalah saksi pertemuan aku dan Aldi...



Bersanbung.....